poraparadminSeptember 20, 2022
TIC_6426-1280x853.jpg

4min1060

Dengan terbitnya Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Retribusi Daerah Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal mengumpulkan semua Pedagang di Daya Tarik Wisata Guci pada Hari Selasa (20/9/2022) di Aula UPTD Pengelolaan Obyek Wisata Guci Kabupaten Tegal untuk mengikuti Sosialisasi Tarif Sewa Tanah Milik Pemerintah Daerah Berdasarkan Perda Nomor 12 Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal dengan Narasumber dari Bapenda Kabupaten Tegal Bapak Yosa Afandi, SE, M.Si

Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala UPTD Pengelolaan Obyek Wisata Kabupaten Tegal Ahmad Abdul Khasib, SE, MH. Serta dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal beserta Staf dan Jajarannya. Dengan Diawali Sambutan oleh Kepala Dinas Porapar Bapak Drs. Akhmad Uwes Qoroni, MT.

Sebanyak 354 Pedagang DTW Guci mengikuti Sosialisasi dengan seksama, Dalam kesempatan sambutannya Uwes Qoroni memperkenalkan diri, dikarenakan masa tugasnya menjadi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal baru 3 bulan berjalan. Perkenalan ini agar lebih dekat dengan para pedangan yang ada di DTW. Guci, menurutnya Selain harga tiket yang terbilang murah, harga barang dagangang yang seragam pun dapat menarik perhatian pengunjung untuk datang kembali ke DTW. Guci. Kepala Dinas Porapar berpesan kepada para pedagang untuk menselaraskan harga dagangannya agar para pengunjung nyaman dan tidak kecewa. Mudah-mudahan dengan kerjasama kita bersama kedepannya dapat membawa Guci semakin membawa Berkah untuk masyarakat Guci dan sekitarnya. Dalam akhir sambutannya Pak Kadis Porapar mengingatkan untuk selalu (Senyum, Salam, Sapa) dan tidak melupakan Sapta Pesona ”

Untuk mengawali Paparannya Yosa Afandi terlebih dahulu menjelaskan perbedaan antara Retribusi dan Pajak. Retribusi adalah Pungutan yang dikenakan kepada masyarakat yang telah memanfaatkan Aset Pemerintah Daerah. Seperti contohnya di Guci memanfaatkan sebuah lahan untuk berjualan. Sedangkan Pajak adalah Pungutan yang dikenakan kepada masyarakat untuk kepentingan Pembangunan Pemerintah Daerah tanpa mendapatkan manfaatnya. Setiap pungutan retribusi ditinjau secara berkala 3 (tiga) tahun sekali, tetapi evaluasi terhadap nilai retribusi baru dilakukan 2 (dua) kali.

Sesuai Perda No 12 Tahun 2021 yang ditetapkan pada tanggal 22 Januari 2021.Guci terbagi menjadi 5 Zona diantaranya : Zona 1 Area Pasar, Zona 2 Jalan Pasar, Zona 3 Area Terminal, Zona 4 Jalan Kantor UPTD s.d Pancuran 13, Zona 5 Area Barat Jembatan. Dengan rincian tarif sewa Zona 1-2 tarif permeter Rp. 8.000,- dan Zona 3-5 tarif permeter Rp. 10.000,-. Retribusi dibayar pada saat memanfaatkan. Jadi, dibayarkan setiap 1 (satu) bulan sekali.

Dengan adanya perubahan Tarif Sewa ini Pedagang Guci mengeluhkan Keberatan dikarenakan penghasilannya tidak menentu, tidak setiap hari dagangangnya laku terjual, letak mereka berjualan pun dapat berpengaruh laku atau tidaknya jualan mereka. Dengan pusat keramaian Guci yang terpusat di Pancuran 13 dan sekitarnya diharapkan ada skema khusus untuk menguraikan keramaian agar semua pedagang mendapatkan pembeli terutama para pedagang yang berada di lapangan tenis, sebelah barat Pancuran 13, belakang pemandian tertutup dan lapangan belakang.  Para Pedagang sepakat akan mengajukan negosiasi Tarif Sewa agar mendapatkan dispensasi 50% dari tarif yang berlaku.

Sesuai dengan pemaparan dari Bapenda apabila merasakan Keberatan dapat mengajukan ajuan keberatan yang disertai alasan logis sesuai kondisi real dilapangan. Pengajuan dapat perorangan atau kolektif ditujukan Kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal. Apabila Tahun 2022 berjalan sesuai perda maka selanjutnya akan dilaksanakan evaluasi kembali untuk menyesuaikan tarif di tahun depan.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal sudah menyiapkan rencana skema alur pengunjung untuk mengurai keramaian termasuk perencanaan Pemandian Tertutup yang designnya sedang dalam tahap perencanaan agar lebih menarik pengunjung.

Pedagang yang merasakan Sepi pembeli boleh untuk tidak memperpanjang masa sewa kiosnya. Pungkas Akhmad Abdul Khasib selaku Kepala Pengelolaan Obyek Wisata Kabupaten Tegal.

 

 

 

 

 


poraparadminSeptember 5, 2022

3min1460

Cacaban Ekraf Fest merupakan event Ekonomi Kreatif yang pertama kali di selenggarakan di Wisata Kabupaten Tegal. Diselenggarakan di Daya Tarik Wisata Waduk Cacaban (04/09/22) menjadi magnet tersendiri untuk mengundang para pengunjung untuk datang mengunjungi pameran tersebut. Dikarenakan Daya Tarik Wisata cacaban yang belum resmi dibuka maka event ini terbatas dengan sistem kontrol pengunjung (buka tutup).

Event ini tentunya disiapkan sebagai ajang unjuk kreasi produk-produk ekonomi kreatif baik itu yang tangible (baca: tenjibel) ataupun intangibel (dibaca: intenjibel), nilai tambah dari aktivitas ekonomi kreatif inilah yang terus kita dorong, kita tumbuhkan di kalangan pelaku UMKM dan diharapkan mampu menjadi penopang kebangkitan perekonomian daerah juga nasional pasca pandemi.

Ekonomi kreatif ini bukan saja karena ada nilai tambah yang tinggi di sana, tapi juga trickledown effect (baca: trikeldon ifek) dan multiplier effect-nya yang mampu menggerakan dan menumbuhkan sektor ikutan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Tegal Umi Azizah “menyambut baik diselenggarakannya Cacaban Ekraf Fest ini sebagai media promosi dan ruang bertemunya para pelaku Ekraf, termasuk wirausahawan pemuda yang sedang merintis usahanya.” Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan program yang diberi nama UMKM Tegal Go Digital. Dan platform marketplace-nya pun juga sudah ada, namanya UMKM Bangkit

melalui event ini Umi juga ingin mengajak anak-anak muda alumni program Wirausaha Pemuda untuk “naik kelas”. Jadikan ini sebagai pengalaman dan evaluasi untuk terus berinovasi. Sebab di era society 5.0 ini, era kompetisi yang semakin ketat, generasi muda kita dihadapkan pada tantangan dan persaingan usaha yang tidak ringan. Untuk itu, melalui agenda PLPU diberharapkan, anak-anak muda jangan hanya jadi reseller saja, tapi harus mampu menunjukkan potensi dan produk karya kreatifnya, karena memiliki produk itu penting bagi seorang entrepreneur.

Ada beberapa kegiatan yang masuk dalam rangkaian acara  Cacaban Ekraf Tahun 2022 ini diantaranya Senam Bersama yang dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB yang diikuti oleh sanggar senam dan umum. Pameran Ekonomi Kreatif, dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB, dengan peserta sebanyak 40 pelaku ekonomi kreatif dengan jenis 30 produk ekonomi kreatif. Cacaban Fashion Walk, dilaksanakan pukul 16.00 WIB berupa batik Fashion Show Duta Wisata Kabupaten Tegal. Acara Penganugerahan Pemenang Lomba Foto dan Video Vlog mBah Photlot, yang diikuti 53 Orang dengan rincian 42 orang yang mengikuti lomba Foto dan 11 orang yang mengikuti lomba Vlog, Launching Kepo Sate Tegal, yaitu web portal khusus bertujuan untuk menumbuhkembangkan kelompok Tour Operator dan destinasi serta paket wisata guna memacu peningkatan jumlah perjalanan wisata di Kabupaten Tegal.

Event ini ditutup dengan penerbangan lampion secraa bersama-sama di Dermaga Waduk Cacaban.


poraparadminSeptember 4, 2022

1min920

Cacaban – Dalam rangka meningkatkan perekonomian dalam sektor Ekonomi Kreatif Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal menyelenggarakan Pameran PLPU di Daya Tarik Wisata Waduk Cacaban, tentunya Pameran PLPU kali ini berbeda dengan sebelumnya yang biasanya dilaksanakan di Taman Rakyat Slawi.

Dengan adanya pameran di Daya Tarik Wisata Pengunjung pameran dapat sekaligus mengunjungi pameran dan berwisata di Waduk Cacaban. Hal ini merupakan magnet tersendiri untuk mengundang pengunjung hadir ke event pameran tersebut.

Kabupaten Tegal memiliki banyak anak muda kreatif dan inovatif yang harus kita dorong agar ide inovasinya bukan hanya sekedar angan tetapi menjadi bentuk nyata. Dengan Menggandeng Wirausaha Pemuda, diharapkan para pemuda dapat berkembang.

Pameran PLPU ini dilaksanakan di gedung pertemuan Waduk Cacaban, dari mulai produk kuliner makanan kering, wedding, cosplay Art, Olahraga Orientering, UPTD Wisata Kesehatan Jamu, Taman Teknologi Pertania, sampai dengan produk kreatifitas atau handcraft.

Pameran ini berlangsung dari Pagi hari sampai dengan puncaknya di Malam Hari yang dikunjungi langsung oleh Bupati Tegal beserta jajarannya.


poraparadminAugust 3, 2022
TIC_7543-1280x853.jpg

1min1330

Acara dilaksanakn pada tanggal 4 Muharram 1444 H. dan kambing kendit juga sudah dipakai prosesi ruwat bumi 4 kali, dan angkat 4 merupakan angka yang menguatkan, seperti halnya meja itu kakinya 4 saling menguatkan, kita merangkak juga menggunakan 4 bagian tubuh kita yakni dua kaki dan dua tangan ini merupakan simbol yang menguatkan diri kita semuanya setelah mengalami pandemi covid-19 selama 2 tahun tahun kita terpuruk dan sangat berdampak pada perekonomian, maka hari ini acara ruwat bumi ini untuk memperkuat harapan kita


poraparadminJuly 21, 2022
RUWAT-BUMI-2022-IG-1280x1280.jpg

11min1940

Flayers Publikasi Ruwat Bumi Guci 2022 @ali_khaedar

 

Ruwat Bumi Guci merupakan sebuah gelaran budaya tahunan masyarakat di Guci Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. menjadi sebuah media bentuk syukur dan akan rasa cinta tanah air kita yang dipersembahkan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal bekerjasama dengan masyarakat sekitar Desa Guci dan Rembul, dimana tahun sebelumnya di gelar secara Privat, Tahun ini hadir dengan Bangga kami mempersembahkan Ruwat Bumi Guci dengan mengambil ruh “Berkah Guci Nggawe Bungah” dengan harapan Ruwat Bumi ini sebagai sumber keberkahan bagi masyarakat Guci dan masyarakat luas yang menghadiri, terimakasih telah menjadi bagian dari kami, Majestic of Guci !

🧐Event ini bisa jadi salah satu referensi bagi peserta #mbahphotlot2022

#ruwatbumi #ruwatbumiguci #ruwatbumiguci2022 #majesticofguci #lombafoto #lombavlog #mbahphotlot #mbahphotlot2022 #nangkenekyehplesire #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #visitjawatengah #jatenggayeng #budaya #culture #guci #wisatakabupatentegal


poraparadminJuly 13, 2022
TIC_6620-1280x853.jpg

3min1760

Dalam Rangka Meningkatkan sinergi unsur legislatif dan eksekutif serta pemangku kepentingan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menyiapkan Kabupaten Tegal sebagai Potensi Wisata Bisnis. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) bekerjasama dengan Komisi X DPR-RI melaksanakan Bimbingan Teknis  dengan Tema “Upaya Menggali Potensi Wisata Bisnis di Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah”.

Kegiatan ini bertempat di Grand Dian Hotel Slawi, Rabu (13/07/2022). Dihadiri Oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang diwakili oleh Staf ahli, namun menyempatkan hadir secara virtual bapak Drs.H. Abdul Fikri Faqih,M.M,  Direktur Pertemuan,Insentif, Konvensi, dan Pameran Ibu Masruroh, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal Drs. Akhmad Uwes Qoroni,MT serta Narasumber dari Ketua PHRI Kabupaten Tegal Ibu Elizabeth Ratih Dewi. Dengan Peserta meliputi Komunitas/Asosiasi/Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang ada di Kabupaten Tegal.

Hadir secara pribadi Kepala Dinas Porapar Kab.Tegal Uwes mengatakan “Tren Pariwisata berkelanjutan akan menjadi kegiatan berwisata yang banyak diminati wisatawan, tidak sekedar berlibur setiap wisatawan juga tetap memperhatikan protokol berwisata yang berkaitan dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan kelestarian alam”

Pariwisata berkelanjutan atau Sustainable Tourism merupakan salah satu Empat Pilar Pariwisata yang perlu dikembangkan. Diantaranya Pengelolaan berkelanjutan (Bisnis Pariwisata), Ekonomi Berkelanjutan (Sosial Ekonomi) Jangka Panjang, Keberlanjutan Budaya (Sustainable Culture), serta aspek lingkungan (environment sustainability).

Untuk mendukung pergerakan konsep ini, perlu dikerahkan strategi 3G, Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama) dan Gaspol (Garap Semua Potensi Online) yang perlu di pahami oleh seluruh elemen dengan harapan konsep Sustainable Tourism dapat terimplementasi pada daerah-daerah seperti Kabupaten Tegal ini. Disisi lain sedang memacu masyarakat pemahaman akan Bisnis Pariwisata melalui Tour Operator dan ini PR berat bagi kami dimana Pemahaman akan itu masih minim.

Dalam sambutannya Ibu Masruroh mengatakan “pasar tidak lagi mencari tempat yang ramai tetapi lebih konsen ke kesehatan,keselamatan, keamanan, dan kebersihan. Salah satu wisata bisnis adalah MICE ( Meeting, Incentive, Convention, Exhibition.) MICE adalah dunia yang belum terjamah dengan baik di Indonesia. Padahal dunia MICE merupakan salah satu andalan pariwisata di beberapa negara maju. Dunia MICE merupakan salah satu dunia bisnis yang menjanjikan. Namun baru sedikit sekali pihak Indonesia yang mau bermain di dunia MICE.

Dengan adanya kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dan meningkatkan pemahaman kepariwisataan bagi insan pelaku wisata di Kabupaten Tegal.


poraparadminJuly 5, 2022
076.-IKHWAN-LULU-ULFADLI-GUCI-1280x854.jpg

2min2340

Minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Tegal makin meningkat lebih – lebih ketika mucul istilah Wellness Tourism dalam dunia kepariwisataan, kenapa Guci sebagai salah satu sasaran bagi wisatawan dengan minat Wellness Tourism?, sudah banyak yang tau potensi kekayaan alam di Guci memiliki Air Panas Alami dimana kandungan dalam air tersebut sudah teruji dan memang tepat Guci itu Sebagai Wellness Destination, apalagi kedepan akan dibangunya konsep pariwisata dengan Hydrotherapy dimana sangat dibutuhkan untuk kebugaran dan penyembuhan beberapa jenis penyakit, Sebelumnya kami sampaikan apresiasi setinggi tingginya atas kepedulian terhadap pariwisata Kabupaten Tegal khusus nya kawasan DTW.Guci.
Perlu kami sampaikan bahwa retribusi masuk obyek wisata Guci dan retribusi parkir khusus obyek wisata mendasari peraturan daerah No.5 Tahun 2019 dimana besaran sebagai berikut :

Hari libur nasional/weekend (premi asuransi Rp. 600)
Dewasa : Rp. 11.400
Anak-anak : Rp. 10.500
Hari biasa /weekday (premi asuransi Rp. 600)
Dewasa : Rp. 9.400
Anak-anak : Rp. 8.500
Retribusi khusus parkir
Sepeda roda 2 : Rp. 1.000
Roda 4 : Rp. 2.000
truk/roda 6 : Rp. 5.000

Adapun tarif pemandian air panas tertutup (milik pemda) tarif sangat terjangkau yaitu :
Hari libur/weekend
Dewasa : Rp. 5.000
Anak anak : Rp. 4.500
Hari biasa/weekday
Dewasa : Rp. 3.500
Anak-anak : Rp. 3.000

Adapun wahana pemandian air panas alami PANCURAN 5 /pandansari (milik pemda) TIDAK DIPUNGUT TARIF/GRATIS dan taman Wellcome Guci dan Spot Selfi depan kantor UPTD Guci (milik pemda) juga TIDAK TIDAK DIPUNGUT TARIF/GRATIS.

Sedangkan wahana air panas/wahana wisata yang dikelola bukan oleh/bukan milik PEMDA seperti lahan perhutani dan BKSDA kementrian lingkungan hidup RI dan Bumdes, tarif dikelola dan ditentukan sesuai ketentuan masing masing instansi yg berwenang dengan mendasari peraturan perundang undangan yang ada termasuk Pancuran 13, wahana wisata milik swasta juga besaran tarif menjadi kewenangan swasta, kami secara berkesinambungan memberikan pembinaan dan pengaturan demi terjaga nya sapta pesona wisata di kawasan DTW Guci. Dengan harapan meningkatkan kenyamanan wisatawan, semoga Guci makin membenahi diri tentunya peran masyarakat disini sangat besar dampaknya.
Salam Pariwisata, selalu menjadi wisatawan yang baik dan bijak dimanapun anda berkunjung agar terciptanya sustainable tourism di Kabupaten Tegal. terima kasih.


poraparadminJune 11, 2022
BANNER-LEPAS-SAMBUT-1280x780.jpg

1min970

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tegal Nomor : 821.2/681 Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal,  Bapak Drs. Akhmad Uwes Qoroni, MT telah dilantik Sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal mulai tanggal 10 Juni 2022

Semoga dapat membawa DISPORAPAR Kabupaten Tegal menjadi lebih baik.



About us

Jl. Jenderal Ahmad Yani No.17, Procot, Kec. Slawi, Tegal, Jawa Tengah 52412


disporapar@tegalkab.go.id

(0283) 491827



Latest posts